Resume Materi PKKMB Hari 1

 


Kehidupan Berbangsa, Bernegara, Jati Diri Bangsa, dan Pembinaan Kesadaran Bela Negara

Prof. Yudi Latif, MA., Ph.D Ketua Pusat Studi Islam dan Kenegaraan- Indonesia/ PSIK-Indonesia

Jati diri bangsa merupakan karakter dasar yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa lainnya. Indonesia sebagai bangsa yang besar memiliki jati diri yang terbentuk dari perjalanan sejarah panjang, perjuangan para pahlawan, serta nilai-nilai luhur budaya dan agama. Jati diri ini bertumpu pada empat pilar utama, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika. Pancasila menjadi dasar negara, pandangan hidup, serta pedoman moral bangsa Indonesia, yang memuat nilai-nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan sosial. Nilai-nilai ini menekankan keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menjadi perekat dalam keberagaman bangsa. UUD 1945 menjadi landasan konstitusional yang mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara, menegaskan prinsip kedaulatan rakyat, demokrasi, serta perlindungan terhadap hak asasi manusia. NKRI adalah bentuk final negara Indonesia yang menegaskan persatuan wilayah dari Sabang hingga Merauke, mencerminkan komitmen bangsa untuk tetap bersatu dalam bingkai negara kesatuan. Sementara itu, semboyan Bhinneka Tunggal Ika menunjukkan bahwa perbedaan agama, budaya, bahasa, dan suku merupakan kekayaan bangsa yang harus dirawat demi terwujudnya persatuan.

Kesadaran bela negara merupakan sikap dan perilaku warga negara yang dilandasi rasa cinta tanah air, kesadaran berbangsa dan bernegara, serta kesediaan untuk berkorban demi menjaga kedaulatan negara. Pembinaan sikap ini dapat dilakukan melalui pendidikan kewarganegaraan yang membentuk pemahaman tentang hak dan kewajiban warga negara, latihan bela negara yang menumbuhkan kedisiplinan dan tanggung jawab, serta kampanye dan sosialisasi yang melibatkan masyarakat dalam upaya menjaga persatuan nasional. Bela negara tidak hanya berkaitan dengan aspek militer, tetapi juga mencakup partisipasi aktif dalam menjaga keutuhan bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan, peningkatan prestasi, dan penolakan terhadap berbagai ancaman seperti narkoba, radikalisme, serta disintegrasi bangsa.

Tujuan utama bela negara adalah untuk menjaga eksistensi bangsa dan negara agar tetap berdiri kokoh di tengah berbagai tantangan. Secara khusus, bela negara bertujuan untuk melindungi kedaulatan dari ancaman militer, ideologi, dan budaya asing yang merusak; menjaga persatuan dan kesatuan bangsa agar tidak terpecah oleh konflik atau kepentingan kelompok; meningkatkan ketahanan nasional dengan membangun sumber daya manusia yang berkarakter, disiplin, dan cinta tanah air; serta membentuk generasi muda yang tangguh dan mampu menghadapi era globalisasi tanpa kehilangan jati diri kebangsaan.

Indonesia adalah bangsa yang kaya akan alam, budaya, dan sejarah perjuangan. Namun, semua kekayaan tersebut tidak akan berarti tanpa sumber daya manusia yang berkualitas, semangat persatuan yang kuat, dan kesadaran bela negara yang tinggi. Bela negara bukan sekadar tugas aparat pertahanan, melainkan tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia. Dengan menanamkan nilai-nilai Pancasila, menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman, serta berperan aktif dalam kehidupan bermasyarakat, kita dapat menjaga keutuhan NKRI demi masa depan bangsa yang lebih baik.


Penguatan Literasi Keuangan dan Kesejahteraan Mahasiswa

Erisandy Yudhistira Priority Banking Manager Bank Mandiri

Literasi keuangan adalah keterampilan penting bagi mahasiswa di era sekarang. Masa kuliah menjadi awal bagi mahasiswa mengatur keuangan sendiri, baik dari uang saku, beasiswa, maupun pekerjaan paruh waktu. Namun, tantangan seperti biaya hidup tinggi, pendapatan terbatas, dan tekanan gaya hidup sering kali membuat mahasiswa rentan stres, berutang, bahkan terganggu akademiknya jika tidak memiliki literasi keuangan yang memadai.

Literasi keuangan bukan hanya soal mencatat pengeluaran, tetapi juga kemampuan menyusun anggaran, mengatur utang, menabung, dan merencanakan masa depan. Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa bisa lebih fokus belajar, menghindari masalah keuangan, dan menyiapkan masa depan yang lebih stabil.

Penguatan literasi keuangan bisa dilakukan melalui peran kampus, komunitas, dan individu. Kampus dapat mengadakan workshop atau konseling keuangan; komunitas mahasiswa bisa membentuk klub atau mentoring; sedangkan mahasiswa secara pribadi harus mulai membuat anggaran, menabung, dan belajar menghindari utang konsumtif.

Dampaknya akan terasa luas: mahasiswa jadi lebih bijak secara finansial, prestasi akademik meningkat, stres berkurang, dan masa depan lebih terencana. Meski masih ada tantangan, seperti anggapan bahwa topik ini rumit, hal tersebut bisa diatasi dengan pendekatan menarik seperti aplikasi digital, gamifikasi, atau diskusi ringan yang relevan dengan kehidupan mahasiswa.


Sistem Pendidikan Tinggi di UNUSA

Prof. Kacung Marijan, Drs., MA., Ph.D - Wakil Rektor 1 UNUSA

Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (UNUSA) merupakan perguruan tinggi swasta berbasis Nahdlatul Ulama yang berdiri di Surabaya. UNUSA hadir dengan visi mencetak generasi yang unggul dalam ilmu pengetahuan, profesional dalam bidangnya, sekaligus berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah. Nilai-nilai ke-NU-an seperti toleransi, moderasi, serta kearifan lokal dijadikan pondasi dalam setiap kegiatan akademik dan nonakademik, sehingga mahasiswa tidak hanya berkembang secara intelektual, tetapi juga berkarakter.

UNUSA memiliki beberapa fakultas, antara lain Kedokteran, Keperawatan dan Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Ekonomi dan Bisnis, Teknik, Hukum, Psikologi, hingga Agama Islam. Fokus utamanya ada pada bidang kesehatan yang didukung rumah sakit pendidikan, laboratorium modern, serta fasilitas kampus yang menunjang proses pembelajaran. Sistem pendidikannya berbasis SKS dan sudah menyesuaikan dengan kebijakan nasional, termasuk penerapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang memberi kesempatan mahasiswa belajar lintas program studi maupun di luar kampus.

Dalam penerimaan mahasiswa baru, UNUSA membuka jalur prestasi akademik maupun non-akademik, ujian mandiri, SPAN-PTKIN, UM-PTKIN, hingga jalur khusus seperti beasiswa hafidz Al-Qur’an. Selain itu, tersedia berbagai beasiswa dari pemerintah maupun internal kampus yang meringankan biaya pendidikan. Layanan kemahasiswaan juga diperkuat dengan organisasi mahasiswa, komunitas, serta berbagai program pengembangan soft skill dan kewirausahaan.


Mahasiswa Bebas Narkoba menuju Generasi Sukses yang Rahmatan lil 'Alamin

Hari Prianto, S.E BNN Provinsi Jawa Timur

UU No. 35 Tahun 2009 bertujuan menjamin ketersediaan narkotika untuk medis dan penelitian, melindungi masyarakat dari penyalahgunaan, memberantas peredaran gelap, serta menyediakan rehabilitasi bagi penyalahguna.

Narkoba atau NAPZA terdiri dari narkotika, psikotropika, dan bahan adiktif. Narkotika menurunkan kesadaran (contoh: ganja, morfin), psikotropika memengaruhi saraf pusat (contoh: ekstasi, shabu), sedangkan bahan adiktif meliputi rokok, alkohol, dan vape. Golongannya terbagi menjadi: I (hanya penelitian), II (medis dengan resep khusus), dan III (ketergantungan ringan).

Penyalahgunaan narkoba dipicu faktor internal (rasa ingin tahu, ingin eksis, kontrol diri lemah) dan eksternal (pergaulan, ajakan teman, lingkungan, akses mudah). Prosesnya berkembang dari coba-coba → kebiasaan → ketergantungan → overdosis/kematian.Dampaknya sangat merusak: otak bisa mengalami kerusakan permanen, tubuh rentan penyakit kronis, serta kehidupan sosial dan produktivitas terganggu.

Secara hukum, pengedar mendapat hukuman berat, sedangkan penyalahguna diarahkan ke rehabilitasi agar pulih, mengubah perilaku, dan kembali produktif. Layanan rehabilitasi bahkan tersedia gratis di Klinik Pratama BNN.Pencegahan narkoba membutuhkan kerja sama semua pihak: BNN, aparat, sekolah, keluarga, masyarakat, dan generasi muda. Prinsip utama yang harus dipegang adalah Sadar – Tolak – Lawan Narkoba.



Lihat juga blog teman saya : Salsahbila Kurnia Azzahra

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Peningkatan Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Melalui Edukasi PHBS dan Pemeriksaan Bakteri pada Tangan dan Air Sumur

Resume Materi 2 (PKKMB FAKULTAS)